Lawan Kotak Kosong, Hendrar Prihadi – Hevearita Gunaryanti Rahayu sah jadi Wali Kota dan Wawalkot Semarang

by admin
0 comment

Klaten.co – Hendrar Prihadi bersama pasangannya Hevearita Gunaryanti Rahayu ditetapkan sebagai wali kota dan wakil wali kota Semarang masa bakti 2021-2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pasangan itu mengantongi perolehan 716.693 suara atau 91,56 persen dari total suara sah pada Pemilihan Kepala Daerah Kota Semarang 2020.
 
Kata Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, Kamis, 21 Januari 2021, Hendrar Prihadi dan Hevearita resmi menjadi wali kota dan wakil wali kota Semarang pada periode kedua, terhitung sejak ditetapkan pada hari ini. “Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan, Kamis, 21 Januari 2021,” ujar Henry.
   
Pada Pilkada 2020, Hendrar Prihadi dan Hevearita diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai NasDem, Partai Demokrat, dan Partai Solidaritas Indonesia.

Selain itu, mereka juga mendapat dukungan dari Partai Persatuan Pembangunan, PKPI, Partai Hanura, PBB, dan Partai Berkarya.
 
Alhasil, pada Pilkada 2020, Hendrar Prihadi dan Hevearita, melawan kotak kosong. Usai dikukuhkan sebagai Wali Kota Semarang terpilih, Hendrar Prihadi mengaku senang.
 
“Kami ucapkan terimakasih pada tim pemenangan. Bayangkan, tadinya khawatir Pilwakot tidak ada milih karea pandemi covid-19,” ujar Hendrar.
 
Hendrar mengatakan, pada Pilkada 2020, tingkat partisipasi warga yang ikut pemilihan mencapai 68,3 persen. Dia menekankan, partisipasi warga pada Pilwalkot Semarang 2020 adalah sejarah.
 
Setelah ditetapkan sebagai Wali Kota, Hendrar Prihadi, berjanji akan membawa Kota Semarang bangkit dari keterpurukan akibat pandemi covid-19. Dia menegaskan penanganan pandemi covid-19 jangan sampai mematikan aktivitas ekonomi warga Kota Semarang.
 
“Pelayanan harus melayani masyarakat dari pandemi covid-19. Di satu sisi, tidak boleh ekonomi mati. Maka berjalan sesuai protokol kesehatan. Meski lambat, ada aktivitas kehidupan,” jelas Hendrar.
 

Related Posts

Leave a Comment