Alokasi Pupuk Subsidi untuk Petani Klaten Ditambah 7 Ribu Ton

by admin
0 comment

Klaten.co – Pemerintah pusat menambah alokasi pupuk bersubsidi untuk petani Klaten sebanyak 7.073 ton. Hal itu untuk merespon keluhan petani Klaten terkait sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Widiyanti, Selasa (13/10/2020) mengemukakan, tambahan pupuk bersubsidi tersebut mencakup tiga jenis.

“Pertama, pupuk Urea sebanyak 4.650 ton, pupuk SP36 sebanyak 490 ton dan pupuk ZA sebanyak 1.933 ton,” ucapnya, Selasa (13/10).

Sementara itu, lanjutnya, untuk pupuk bersubsidi NPK dan pupuk organik tidak mendapatkan alokasi tambahan.

Sebelumnya, DPKPP Klaten telah mengajukan kebutuhan pupuk bersubsidi Kabupaten Klaten untuk tahun 2020 sesuai dengan elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK).

Antara lain untuk Urea sebesar 28.469,5 ton, kemudian SP36 sebesar 6.662,09 ton, ZA sebesar 16.395,01 ton, dan NPK sebesar 27.501,39 ton dan pupuk organik 7.535,6 ton.

Kemudian, dari usulan tersebut pemerintah pusat pada tahap awal telah mengalokasikan pupuk urea sebesar 22.300 ton, SP36 sebesar 1.135 ton, ZA alokasinya 6537 ton, NPK sebesar 13.535 ton dan pupuk organik 5.800 ton.

Alokasi dari pemerintah pusat tersebut jumlahnya masih berada di bawah dari ajuan yang diusulkan DPKPP Klaten. Sehubungan hal itu, pertengahan tahun 2020 ini DPKPP Klaten sudah mengajukan tambahan pupuk bersubsidi.

“Karena alokasinya masih dibawah ajuan kita, beberapa waktu lalu mengalami kekurangan. Akhirnya ini ada penambahan tiga jenis pupuk yang tadi (urea, SP36, ZA). Pada bulan Juni-Juli kemarin kita sudah mengajukan ke pusat lewat provinsi bahwasana kita masih membutuhkan alokasi pupuk bersubsidi untuk tambahan,” kata Widiyanti.

Lebih lanjut Widiyanti menjelaskan, tambahan pupuk bersubsidi tersebut akan didistribusikan di tiap kecamatan secara proporsional sesuai dengan kebutuhan e-RDKK yang telah dibuat.

Terkait penebusan pupuk, Widiyanti mengungkapkan bahwa penebusan pupuk bersubsidi mulai 1 September 2020, diwajibkan untuk menggunakan kartu tani.

Pihak DPKPP Klaten telah berkoordinasi dengan Bank BRI cabang maupun pusat, terkait pengaktifan kembali nomor rekening terkait dengan kartu tani. Widiyanti meminta agar para petani maupun kelompok tani untuk melakukan pengecekan kartunya di KPL.

Related Posts

Leave a Comment