Analis Cuaca Sebut Wilayah Jateng Bagian Selatan Diprediksi Alami Kemarau Basah

by admin
0 comment

Klaten.co – Analis cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan menyatakan, wilayah Jawa Tengah bagian selatan diperkirakan mengalami kemarau basah.

“Secara umum musim kemarau tahun ini diprakirakan cenderung ada hujan seperti yang terjadi dalam beberapa hari terakhir,” katanya, Selasa (7/7/2020).

Namun, kata dia, curah hujannya dalam satu dasarian (10 hari, red.) masih masuk kategori rendah dengan intensitas hujan yang terjadi saat itu ringan hingga sedang.

BMKG telah memprediksi musim kemarau pada tahun 2020 akan dipengaruhi oleh La Nina lemah.

Sebelumnya, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal menyebutkan bahwa hasil monitoring indikator anomali iklim Samudra Pasifik, yaitu suhu muka laut wilayah indikator ENSO (Nino 3.4) sampai dengan pertengahan Juni dalam kondisi Netral atau fluktuasi suhu muka laut tidak menyimpang lebih dari 0,5 derajat Celcius dari rata rata normal klimatologisnya.

“Sebagian besar lembaga meteorologi dunia memprediksi anomali suhu muka laut di Nino 3.4 sampai akhir tahun berkisar antara Netral dan La Nina Lemah,” katanya.

Dalam hal ini, kondisi La Nina lemah dinyatakan apabila penyimpangan suhu muka laut di wilayah indikator ENSO lebih dingin minus 0,5 derajat Celcius sampai dengan minus 1,0 derajat Celcius dari normal klimatologisnya.

Apabila kondisi La Nina dapat terjadi, hal tersebut dapat menambah peluang peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia sehingga musim kemarau terkesan lebih basah karena lebih banyak hujan daripada kemarau biasanya.

Sementara itu monitoring anomali iklim Samudra Hindia menunjukkan beda suhu muka laut perairan timur Afrika dan sebelah barat Sumatra sebagai indikator Dipole Mode Samudra Hindia (IOD) bernilai positif (IOD+) pada pertengahan Juni.

Kondisi IOD+ diprediksi akan kembali Netral pada Juli hingga November 2020.

“Kami masih menunggu rilis resmi dari BMKG terkait dengan La Nina lemah meskipun salah satu lembaga meteorologi dunia, yakni Bureau of Meteorology (BOM) Australia hari ini (7/7) telah merilis tentang La Nina,” kata Rendi.

Related Posts

Leave a Comment