Ketua Dewan Pakar DPP Golkar: Pancasila Sebagai Ideologi Tidak Boleh di Otak-atik!

by admin
0 comment

Klaten.co – Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar, Agung Laksono menyatakan, Pancasila sebagai ideologi tidak perlu di otak-atik dengan alasan apapun. Sudah terbukti Pancasila mampu menyatukan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

“Daripada energi habis untuk membahas hal-hal yang sudah final, sebaiknya digunakan untuk memberikan kontribusi pada rakyat dalam mengatasi Covid-19,” kata Agung Laksono dalam acara pembekalan kader dan pelantikan Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar DIY, Pelantikan Pimpinan Daerah Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) masa bakti 2020-2025 di Graha Gandung Pardiman Center (GPC) Numpukan Karangtengah Imogiri Bantul, Minggu (5/7/2020).

Tegasnya, terkait dengan hal tersebut partai Golkar sudah punya komitmen menjadi benteng Pancasila. Tekad tersebut ditunjukkan dengan dilantiknya pengurus Gerakan Pasukan Anti Komunis (Gepako) DIY.

Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar, Agung Laksono saat memberikan arahan dalam acara pembekalan kader dan pelantikan Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar DIY, Pelantikan Pimpinan Daerah Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) masa bakti 2020-2025, Minggu (5/7/2020).

“Pancasila terbukti mampu mempersatukan bangsa. Sekarang yang harus kita lakukan justru bagaimana mengatasi Covid -19 dinegeri ini. Mari kita membantu bangsa kita sendiri. Cara sederhana dan simpel antara lain memakai masker atau juga jaga jarak,” ujarnya.

Kata Agung Laksono, isu sejak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) bergulir. Sebagai duta besar untuk masyarakat, Partai Golkar merasakan adanya kegelisahan, aspirasi dan pertanyaan. Bahkan segolongan orang mengeluarkan pernyataan keras akibat adanya RUU HIP itu.

“Namun kita bersyukur Bapak Presiden Jokowi tidak menerima dan menunda, karena lebih memprioritaskan masalah-masalah yang dihadapi oleh segenap bangsa Indonesia. Khususnya akibat adanya wabah Covid-19,” papar Agung lagi.

Menurutnya, partai Golkar tetap pada komitmen awalnya untuk menjaga dan menjadi benteng Pancasila dari segala bentuk rongrongan. Karena apapun alasannya nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila masih sangat relevan untuk dijadikan pegangan hidup bangsa Indonesia.

“Kita sudah diajarkan untuk menghargai, menghormati ada persatuan Indonesia, Ketuhanan Yang Maha Esa. Sudah kita terima keberanekaragaman itu. Itulah yang menjamin eksistensi negara kita. Selain itu Partai Golkar tidak sekadar menunda, tetapi mendorong mencabut RUU HIP,” tegasnya.

Related Posts

Leave a Comment