Permintaan Air Bersih Naik, Sejumlah Desa di Klaten Terancam Kekeringan

by admin
0 comment

Klaten.co – Sejumlah desa di Klaten terancam mengalami kekeringan. Hal ini terlihat makin meningkatnya warga dibeberapa wilayah membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dan ternak.  

Kepala Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang Sutarno mengaku, wilayahnya mulai dilanda kekeringan. Sejak dua pekan terakhir, warga mulai membeli air bersih dari pihak swasta. Per tangki kapasitas 5.000 liter dibanderol Rp 270 ribu.

Namun demikian, tidak serta merta air bersih itu langsung datang. Warga harus memesan terlebih dahulu. “Biasanya, kalau pemakaian wajar untuk rumah tangga, per tangki bisa dipakai dua minggu. Tetapi kalau ditambah ternak, paling hanya cukup untuk 10 hari saja,” ujarnya akhir pekan lalu.

Sejauh ini, desa-desa yang mengajukan bantuan berasal dari Kecamatan Kemalang, Jatinom, Cawas, Bayat, dan Karangdowo. Penyaluran bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten kali pertama menyasar Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Rabu (8/7).

“Kami kirim empat tangki air bersih. Tiap tangki kapasitasnya 5.000 liter,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianta.

Haris menjelaskan, pengajuan bantuan datang dari enam desa di Kecamatan Kemalang. Lalu enam desa dari Kecamatan Cawas, dan lima dari Karangdowo. Termasuk dua desa di Kecamatan Bayat dan satu di Jatinom.

“Sebagai gambaran, pada 2019, bantuan diajukan 42 desa yang tersebar di sembilan kecamatan. Tahun ini bisa bertambah maupun berkurang. Tergantung kondisi di lapangan seperti apa,” imbuhnya.

Terbaru, dropping air bersih sebanyak delapan tangki menyasar Desa Tlogowatu dan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kamis (9/7). Sementara untuk pengajuan dari desa lainnya, masih proses administrasi dan segera ditindaklanjuti.

Diperkirakan, puncak musim kemarau di Kota Bersinar melanda Agustus hingga medio September. Namun, pemkab sudah menetapkan siaga darurat kekeringan sejak 1 Juli hingga 30 November. Sedangkan anggaran dari BPBD Klaten, disiapkan Rp 150 juta untuk 600 tangki air bersih.

“Kami ajukan tambahan 400 tangki di APBD Perubahan 2020. Sehingga totalnya 1.000 tangki. Termasuk kami koordinasikan dengan lembaga-lembaga melalui CSR,” katanya.

Related Posts

Leave a Comment